COURTESY VISIT TO THE NUMAZU CITY MAYOR: EXPERIENCING A CUP OF PELAGA, BALI COFFEE
16 Januari 2020


Bermula dari kunjungan seorang anggota DPRD/ legislator termuda Kota Numazu (sebuah kota yang terletak di timur Prefektur Shizuoka, Jepang), Ryu Ozawa bersama istrinya untuk berbulan madu di pulau Bali melalui sebuah pesan dari seorang sahabat, seorang Muslim Jepang bernama Abdurrahman Takahashi Toshio, akhirnya tanggal 29 Agustus 2019 siang hari, saya menjemput pasangan Ozawa di Bandara Ngurah Rai.

Setelah mengantar mereka check in sejenak di sebuah vila di Kawasan Seminyak, pasangan Ozawa langsung saya jadwalkan untuk makan siang di sekitaran Kuta dan langsung bergerak menuju Kawasan perkebunan kopi Bali di Kintamani. Dalam kunjungan tersebut, pasangan Ozawa menyaksikan hamparan kebun kopi para petani di beberapa desa di Kintamani termasuk menyaksikan proses pengolahan kopi oleh tim Coop Coffee, proses pengeringan kopi di green house Coop Coffee dan melihat gudang beras kopi (green bean) hasil panen raya 2019 hingga berdiskusi bersama tentang pertanian di Jepang termasuk budidaya jeruk dikarenakan prefektur Shizuoka cukup terkenal dengan jenis jeruk mikan dan tanaman sela kebun kopi di Bali adalah pohon jeruk yang dikenal dengan jeruk Kintamani. Akhirnya, setelah diskusi bersama, saya mempertemukan pasangan Ozawa dengan 1 (satu) keluarga Kepala Subak di Kawasan Petang yang masih termasuk wilayah perkebunan kopi Kintamani Bali hingga larut malam termasuk pastinya kegiatan yang sudah dinanti-nanti sejak awal yaitu menyeruput secangkir kopi Bali dari desa Pelaga sebelum akhirnya kembali ke vila di Seminyak. Tidak lupa, pasangan Ozawa membeli 5 kg green bean kopi Pelaga untuk langsung disangrai tradisional saat mereka kembali ke Jepang karena Ryu-san ini selain memang adalah seorang legislator di Kota Numazu ternyata punya hobi untuk menyangrai kopi dan minum kopi.

Kunjungan singkat di akhri bulan Agustus itu berujung pada komunikasi intens lewat email dan akhirnya pada momentum kunjungan rutin bisnis Coop Coffee ke negeri Sakura, Jepang di bulan Januari 2020 untuk menjajaki pasar ekspor kopi di Jepang sekaligus pada persiapan keikutsertaan Coop Coffee pada ajang tahunan SCAJ Conference & Exhibition di Tokyo, saya menyempatkan untuk bertandang ke kota Numazu mengunjungi Balai Kota Numazu dan rupanya Ryu-san telah mengaturkan sebuah Kunjungan Kehormatan bagi saya dan tim untuk bertemu dan menyampaikan bingkisan biji kopi Bali kepada Walikota Numazu dan yang paling menarik, Ryu-san telah menyangrai kopi Pelaga (Bali) yang pernah dibelinya lalu dari kami dan telah disajikan dengan metode manual brewing untuk disajikan kepada Sang Walikota.

Demikian menjadi sebuah pengalaman menarik bagi saya dan teman-teman di Coop Coffee membuka perkenalan kopi Bali secara simbolis kepada Walikota Numazu dan beliau pun menyampaikan harapannya kepada saya agar dapat terjalin hubungan yang baik antara Indonesia khususnya untuk pariwisata dan perdagangan kopi Bali kepada warga di kota Numazu.

Dan setelah kunjungan dari Balai Kota Numazu, saya masih menyempatkan diri melanjutkan kunjungan ke sebuah koperasi teh hijau terbaik di kawasan tersebut hingga mengunjungi bisnis koperasi Japan Agriculture (JA) Coop yang ternama itu pada budidaya stroberinya. Kunjungan berakhir dengan kepulangan saya kembali ke kota Tokyo untuk mempersiapkan rangkaian bisnis dan pengenalan kopi Indonesia yang kami rencanakan bersama teman-teman di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo.



*ditulis oleh Reza