KUNJUNGAN KERJA RUTIN DEPUTI MENTERI BIDANG PEMBIAYAAN – KEMENTERIAN KOPERASI & UKM RI KE PETANI KOPI DESA PELAGA, BALI BEBERAPA SAAT SEBELUM PENGIRIMAN GREEN BEAN PETANI UNTUK STARBUCKS RESERVE
19 Oktober 2019


Sebagaimana Coop Coffee mempunyai prinsip kerja ko-operasi, sudah naturnya bahwa program Coop Coffee bersentuhan dengan Tugas, Pokok & Fungsi (TUPOKSI) yang ada di Kementerian Koperasi & UKM RI. Dan sudah sejak awal bergulirnya program Coop Coffee ini, dari Istana Kepresidenan dalam satuan Kantor Staf Presiden hingga Menteri Koperasi & UKM RI telah terlibat pada inisiasi awal maksud dan tujuan Coop Coffee.

Tahun-tahun selanjutnya, beberapa Kedeputian di Kementerian Koperasi & UKM RI hingga dinas koperasi setempat memberikan perhatian termasuk hingga lintas Kementerian baik itu Perdagangan dan Pertanian memberikan dukungan sinergi untuk program Coop Coffee.

Sejak bergulirnya kembali program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Era Presiden Jokowi, target pelaksanaan KUR sudah disampaikan sejak awal harus lebih dititikberatkan pada sektor produktif dalam hal ini bagi petani dan nelayan. Dan sejak awal pula penyaluran KUR ini telah menyasar petani kopi terkhusus di Bali dalam format anggota MPIG Kintamani Bali.

Dari bergulirnya perhatian KUR bagi petani kopi Bali ini, Coop Coffee juga telah mengupayakan langkah pemasaran penjualan kopinya agar kredit yang diberikan kepada petani tidak menjadi beban bagi para petani pada masa cicilannya dan untuk itu Coop Coffee telah melakukan langkah pemasaran intens hingga berhasil mendapatkan kepastian pembelian berupa Sales Contract pembelian kopi Bali untuk Starbucks Reserve, sebuah pencapaian dan kualitas buyer yang sangat prestisius bagi jalan pemberdayaan dan menempatkan image kopi Bali di tingkat perkopian dunia yang sangat baik. Kesempatan ini memang datang berbarengan dengan ekspansi perusahaan kopi dunia Starbucks membuka gerainya di pulau Dewata Bali di awal tahun 2019 sehingga Starbucks mengambil momentum untuk menjual kopi Bali langsung dari petani kopi Bali sebagai bentuk komitmen perusahaan Starbucks dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani kopi Bali.

Tentunya, kepercayaan yang telah diberikan oleh Starbucks kepada petani kopi Bali dalam program Coop Coffee tidak dapat disia-siakan dan berbagai pendampingan serta pengawasan ketat dalam berbagai kegiatan kopi harus dilakukan mulai dari budidaya, pemetikan panen kopi, proses olah kopi hingga penjemuran bahkan penyimpanan dan pengemasan kopi dalam karung goni untuk dikirim ke Seatlle, Amerika Serikat.

Praktis, Deputi Menteri Bidang Pembiayaan yang bertanggung jawab langsung pada program pembiayaan KUR dari Kementerian Koperasi & UKM RI selalu menyempatkan melakukan kunjungan rutin ke wilayah petani kopi dalam MPIG Kintamani Bali untuk memastikan bahwa segala proses hingga pengiriman kopi ke Starbucks sebagai momentum memperlihatkan kualitas kopi Bali harus berhasil dengan baik.

Terbilang untuk yang kelima kalinya, terjadi kunjungan dari Deputi Menteri Bidang Pembiayaan dan hari ini, tepat tanggal 19 Oktober 2019 tepat setelah proses pengemasan kopi ke dalam karung goni untuk dikirimkan ke Starbucks, beliau melakukan kunjungan lapangan langsung untuk menemui beberapa kepala Subak Abian penghasil kopi untuk mendengarkan langsung keluh kesah serta masukan bahkan cerita perjalanan kopi yang telah berlangsung hampir 7 bulan pada persiapan pengiriman kopi ke Starbucks. Tentunya, sebagai seorang lulusan sebuah Universitas Pertanian bergengsi, IPB, beliau paham benar kualitas biji kopi terbaik dan bersama saya, beliau menyempatkan pula bertemu dengan para ibu-ibu petani kopi Bali yang sedang berkumpul setelah melakukan sortasi biji kopi.

*ditulis oleh Reza