MENAPAK TILAS POTENSI PERDAGANGAN KOPI INDONESIA - BELANDA DENGAN MENGUNJUNGI REPLIKA KAPAL DAGANG VOC, HET SCHEEPVAARTMUSEUM AMSTERDAM
17 November 2019


Jauh-jauh hari sebelum geliat pasar kopi yang terjadi di 3-4 tahun terakhir ini bahkan 10 tahun terakhir sebelum maraknya 'gelombang' kopi Starbucks, sebenarnya perdagangan kopi Indonesia telah memiliki sejarah panjang yang dimulai dan tidak terlepas dari penjualan kopi oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Kongsi Dagang: sebuah perusahaan dagang yang didukung oleh semacam parlemen Belanda sejak 1602. Sejarah pun mencatat bahwa tanaman kopi/ pohon kopi untuk pertama kali masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang VOC/ Belanda pada tahun 1696 ke pulau Jawa, tepatnya sekarang ini di Kabupaten Bogor. Tidak mengherankan jika hingga saat ini pun istilah minum kopi sebagai the cup of Java atau harafiah 'secangkir Jawa' masih merupakan istilah yang lazim di dunia Barat untuk menujukkan kepada kegiatan minum kopi.

Perjalanan Coop Coffee kali ini ke negeri Kincir Angin atau Negeri Kompeni/VOC ini pun tentunya saya manfaatkan untuk napak tilas mengunjungi replika kapal dagang VOC di Amsterdam di sebuah museum Maritim Nasional (het scheepvaartmuseum).

Saya terkesima menjajaki bahwa ratusan tahun yang lalu, perdagangan kopi Indonesia sudah dimulai dengan pasar ke Belanda dan telah menempatkan VOC sebagai perusahaan terkaya sepanjang masa dengan nilai aset ditaksir pada tahun 2019 sejumlah USD 8,28 Trilyun.

Pada replika kapal dagang VOC tersebut, dapat saya saksikan bagaimana kopi dan hasil bumi Indonesia termasuk rempah-rempah dikemas dalam kotak-kotak kayu untuk dibawa berlayar mengarungi Samudra dari Nusantara/ Hindia Belanda untuk sebutan Indonesia zaman dahulu hingga ke Belanda.

Sungguh, kopi Indonesia sudah terbukti komoditas perdagangan yang besar sejak ratusan tahun yang lalu. Dan sudah saaatnya potensi perdagangan besar ini dikelola secara baik dan profesional serta berkeadilan bagi petaninya sebagaimana prinsip koperasi yang menjadi acuan kerja Coop Coffee.

*ditulis oleh Reza